Senin, 01 Juli 2013

Kisah Rasulullah: Ketika Rasulullah Menerima Kritik

Allahummasolli 'ala sayyidina Muhammad




Sungguh, Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan dengan perangai, akhlak, sifat yang sangat mulia. Teladan bagi umat muslim, rahmatanlilalamin.

Sebagai Pemimpin yang Agung lagi dihormati, Nabi Muhammad SAW juga bijaksana lagi tak segan menerima saran dan kritik yang baik. Seperti kisah Beliau dalam cerita berikut.


Allahummasolli 'ala sayyidina Muhammad


Dalam perjalanan menuju perang Badar, Rasulullah Shallallahu alaihi
wassalam dan pasukannya tengah mencari tempat strategis, akhirnya
pasukan kaum Muslimin pimpinan Rasulullah itu tiba di tempat tak jauh
dari sumur Badar. Rasulullah segera memerintahkan pasukannya untuk
bergerak menguasai sumur Badar sebelum didahului oleh pasukan musuh.
Kaum muslimin pun sudah semakin dekat dengan sumur Badar itu ketika
matahari telah condong ke Barat. 
Seorang ahli strategi perang yang bernama Khabab bin Mundzir segera
bangkit berdiri dan lalu menghampiri Rasulullah saw dan bertanya:
”Wahai Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, apakah penentuan
posisi ini adalah dari Allah atau berdasarkan strategi perang?”
”Tempat ini kupilih berdasarkan pendapat dan strategi perang,” jawab
Rasulullah. 
”Wahai Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, kalau begitu tempat
ini tidak strategis. Sebaiknya kita pindah ke tempat air yang terdekat
dengan musuh. Kita membuat markas di sana dan menutup sumur-sumur yang
ada di belakangnya. Kita buat lubang-lubang dekat perkemahan dan kita
isi dengan air hingga penuh. Dengan demikian kita akan berperang dan
mempunyai persediaan air yang cukup. Sedangkan musuh tidak mempunyai
persediaan air minum,” ujar Khabab. 
Rasulullah merenung sejenak, tersenyum lalu menjawab: ”Pendapatmu
sungguh baik.”
Malam itu juga Rasulullah dan para sahabat segera melaksanakan apa
yang diusulkan Khabab bin Mundzir. Para sahabat juga membuatkan tempat
khusus untuk keamanan Rasulullah. 
Strategi jitu itu membuahkan hasil, ketika perang Badar berkecamuk,
kaum musliminlah yang keluar sebagai pemenang.
Ada hal yang patut dipahami dalam peristiwa tersebut yakni, kesediaan
Rasulullah dalam menerima kritik/masukkan, Rasulullah sebagai pemimpin
besar dengan lapang dada dan pemikiran yang jernih mau menerima usulan
dari Khabab. 
Kemudian yang kedua adalah keberanian Khabbab mengajukan usulan,
disebut beranì, karena orang yang dikritik bukan orang sembarangan,
tapi manusia mulia. Namun kritik atau usulan khabbab ini disampai
dengan cara yang baik tentunya, termasuk kehati-hatianya pada saat
mempertanyakan apakah keputusan yang diambil oleh Rasul itu berasal
dari wahyu atau bukan.
-source : KisahIslami-

Subhanallah ..
Sungguh اللّهُ SWT telah memberikan teladan yang nyata bagi kita umat Muslim.

Semoga Bermanfaat.

4 komentar: